-
Aspek Perkembangan Fisik Anak Usia Dini
Aspek perkembangan anak usia dini yang berfokus pada perkembangan fisik ini meliputi pertambahan berat badan, tinggi badan, perkembangan otak, serta keterampilan motorik kasar dan motorik halus. Perkembangan motorik kasar ditandai dengan aktifnya anak bergerak, melompat, dan berlarian, terutama di usia 4-5 tahun. Semakin bertambah usia anak, maka semakin kuat pula tubuhnya. Bila perkembangan fisik berjalan dengan baik, maka ia pun semakin piawai menyelaraskan gerakan tubuh dengan minat ataupun kebutuhannya. Sementara itu, motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Contoh keterampilan motorik halus yaitu memegang krayon, menyusun puzzle, menyusun balok, dan lain-lain.
-
Aspek Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini
Teori perkembangan kognitif (cognitive theory) yang banyak digunakan saat ini adalah yang dikemukakan oleh Jean Piaget, seorang profesor psikologi dari Universitas Geneva, Swiss. Ia menyatakan bahwa anak-anak memiliki cara berpikir yang berbeda dengan orang dewasa. Sebagai bagian dari aspek perkembangan anak usia dini, perkembangan kognitif anak dibagi Piaget ke dalam 4 tahap, yaitu:- Tahap sensorimotor (0-24 bulan)
Pada masa ini, kemampuan bayi terbatas pada gerak refleks dan panca inderanya. Bayi tidak dapat mempertimbangkan kebutuhan, keinginan, atau kepentingan orang lain. Maka dari itu, bayi dianggap “egosentris”.
- Tahap praoperasional (2-7 tahun)
Pada masa ini, anak mulai dapat menerima rangsangan, tetapi sangat terbatas. Ia juga masih “egosentris” karena hanya mampu mempertimbangkan sesuatu dari sudut pandang dirinya sendiri. Kemampuan berbahasa dan kosakata anak juga sudah berkembang, meski masih jauh dari logis. - Tahap operasional konkret (7-11 tahun)Pada masa ini, kemampuan mengingat dan berpikir secara logis pada anak sudah meningkat. Anak juga sudah mengerti konsep sebab akibat secara rasional dan sistematis. Kemampuan belajar konsep meningkat, sehingga anak mulai dapat belajar matematika dan membaca.
- Tahap operasional formal (mulai umur 11 tahun)Pada masa ini, anak sudah mampu berpikir secara abstrak dan menguasai penalaran. Kemampuan ini akan membantu anak melewati masa peralihan dari masa remaja menuju fase dewasa atau dunia nyata.
- Tahap sensorimotor (0-24 bulan)
-
Aspek Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini
Periode kritis dalam perkembangan kemampuan bahasa terjadi sejak bayi baru lahir sampai dengan usia lima tahun. Kemampuan berbahasa anak tumbuh dan berkembang pesat selama masa prasekolah. Sebagai salah satu aspek perkembangan anak usia dini, kemampuan berbahasa dapat menjadi indikator seluruh perkembangan anak. Pasalnya, melalui kemampuan berbahasa dapat pula dideteksi keterlambatan ataupun kelainan pada sistem lain, seperti kemampuan kognitif, sensorimotor, psikologis, emosi, dan lingkungan di sekitar anak.
- Aspek Perkembangan Sosio-Emosional Anak Usia DiniAspek perkembangan anak usia dini ini sesungguhnya telah dimulai sejak bayi dilahirkan. Dari segi emosional misalnya, dapat dilihat dari berbagai contoh sikap bayi, misalnya tersenyum atau menghentak-hentakkan kaki saat ia senang. Atau, menangis untuk mengekspresikan rasa tidak senang atau tidak puasnya. Pada masa pertumbuhan, anak cenderung mengungkapkan emosinya dengan gerakan otot, seperti melempar, membanting, ataupun memukul barang. Namun, dengan bertambahnya usia, reaksi emosional umumnya akan berubah menjadi verbal alias pengucapan perasaan atau kata-kata tertentu.
Sementara itu, kedekatan bayi dengan orang dewasa adalah langkah awal
menuju tahap-tahap perkembangan sosialnya. Perkembangan sosial mengacu
kepada perkembangan kemampuan anak dalam berinteraksi dan bersosialisasi
dengan lingkungannya. Pada awalnya, anak hanya mengenal orang-orang
yang berada di dekatnya, seperti pengasuh utama, kakak atau adik, dan
orang lain yang tinggal serumah dengannya. Seiring dengan pertambahan
usia anak, ia akan mengenal orang di luar rumah dan perlu diajari
aturan-aturan dalam bersosialisasi, seperti sopan santun, disiplin, dan
lain sebagainya.
Perlu memahami bahwa anak usia dini memiliki karakteristik yang khas, antara lain:
Perlu memahami bahwa anak usia dini memiliki karakteristik yang khas, antara lain:
- Rasa ingin tahu yang besar
- Pribadi yang unik
- Suka berfantasi dan berimajinasi
- Menunjukkan sikap egosentris
- Memiliki rentang daya konsentrasi yang pendek
Dengan memahami dunia dan karakteristik anak tersebut, diharapkan dapat memberikan stimulasi yang tepat dan sesuai dalam mendukung tumbuh
kembang si Kecil. Pengetahuan akan aspek perkembangan anak usia dini
juga dapat membantu memahami dan membentuk kepribadian si
Kecil.
SUMBER:

0 Response to "ILMU PENGETAHUAN UMUM - "MENGENAL 5 ASPEK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI""
Posting Komentar