10 Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak di Era Globalisasi

Institusi yang pertama tempat seorang anak belajar adalah
rumah. Seorang anak paling banyak menghabiskan waktu bersama orang
tuanya di mana mereka belajar dari orang tua dan lingkungan rumah. Orang
tua memainkan peran penting dalam pendidikan anak mereka, berapapun
usianya maupun tingkat pendidikannya, sebagaimana telah diketahui dalam fungsi keluarga menurut para ahli.
Jika orang tua memberikan perhatian pada anak mereka, anak-anak akan
memiliki kecenderungan untuk meraih prestasi yang lebih baik jika
dibandingkan dengan anak-anak yang diabaikan oleh orang tua.
Sebagai lingkungan formal yang memberikan pendidikan bagi anak, sekolah tidak bisa disingkirkan dari pendidikan keluarga dan cara menerapkannya.
Dukungan orang tua pada aktivitas belajar di rumah dikombinasikan
dengan keterlibatan orang tua pada sekolah anak sangatlah penting bagi
proses pendidikan anak-anak. Riset yang berkembang menunjukkan bahwa
membangun hubungan yang efektif antara orang tua, keluarga, dan sekolah
untuk mendukung pembelajaran anak dapat mengarah pada hasil belajar yang
meningkat. Orang tua adalah pengajar yang pertama dan yang kontinu
mendidik anak. Riset juga menunjukkan bahwa kualitas guru, termasuk juga
standar dan pelatihannya,menjadi faktor penting yang memengaruhi
fasilitasi hubungan orang tua-pendidik.
Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Anak
Pentingnya hubungan yang produktif antara guru, orang tua, dan
sekolah yang bekerja sama memaksimalkan pencapaian anak di sekolah telah
diakui oleh banyak lembaga. Keterlibatan peran orang tua dalam
pendidikan anak selain terdiri dari hubungan antara keluarga, sekolah,
dan komunitas, juga terdiri dari peningkatan kesadaran orang tua
terhadap manfaat peran keluarga dalam berbagai aspek
dalam pendidikan anak, sebagaimana yang dikatakan Muller (2009):
‘hubungan antara keluarga dengan pendidik dan komunitas telah memberi
definisi baru pada batasan dan fungsi pendidikan. Hubungan tersebut
memperbesar kapasitas orang tua dan komunitas; menciptakan kondisi di
mana anak dapat belajar dengan lebih efektif.’
Riset menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam berbagai hal
memiliki dampak yang positif pada beberapa indikator pencapaian anak,
seperti:
- Nilai yang lebih tinggi
- Keberhasilan pendaftaran ke jenjang yang lebih maju dan lebih tinggi
- Tingkat drop-out yang lebih rendah
- Tingkat kelulusan yang lebih tinggi
- Kemungkinan mendapatkan pendidikan tersier seperti les privat
- Kemampuan sosial yang lebih baik
- Tingkat laku yang meningkat
- Kemampuan adaptasi di sekolah
- Kesadaran yang tinggi dalam kompetensi pribadi
- Keterlibatan dalam kegiatan sekolah
- Kepercayaan yang kuat terhadap pentingnya pendidikan
Orang tua dan keluarga secara keseluruhan adalah pengaruh yang paling penting dalam kehidupan seorang anak. Dukungan mereka dapat memainkan peran vital dalam setiap tahap pendidikan. Orang tua yang berperan mendukung dalam pembelajaran anak mampu membuat perbedaan dalam meningkatnya prestasi dan tingkah laku. Keterlibatan aktif dari orang tua juga mampu membantu apabila mereka mempraktikkan hal-hal sebagai berikut yang merupakan peran orang tua dalam mendidik anak :
1. Memberikan anak waktu lebih
Hal ini sudah sering kali dikatakan dalam berbagai bahasan mengenai hubungan orang tua anak, di mana komunikasi adalah faktor yang primer. Begitu pula dalam aspek pendidikan. Luangkan waktu di sela kesibukan Anda demi anak. jika Anda terus mengabaikan mereka, mereka akan kehilangan rasa tanggung jawab dan ketertarikan terhadap studinya.
Luangkan waktu sebanyak mungkin dengan mereka dan diskusikan studi mereka setiap hari. Tanya anak apa yang mereka baca di sekolah. Bantulah mereka dalam studinya, jika bisa. Bicaralah pada mereka cara-cara untuk dapat berkembang di sekolah. Berikan mereka kesadaran akan pentingnya belajar dalam hidup. Dengan begini, anak akan mulai menumbuhkan ketertarikan pada studi mereka.
2. Memberikan anak lingkungan yang mendukung di rumah
Lingkungan rumah dapat memberi pengaruh besar pada kehidupan anak sebagai seorang pelajar. Ciptakan lingkungan penuh kasih sayang dengan hubungan yang baik antara seluruh anggota keluarga. Menciptakan lingkungan seperti ini juga merupakan perwujudan dari peran keluarga dalam pendidikan moral anak sekaligus juga cara mendidik anak yang tepat. Anak akan memahami bahwa studi mereka penting sebagaimana pentingnya menjaga diri serta hubungan keluarga yang baik. Jika lingkungan rumah membuat anak stres, mereka tidak akan mampu berkonstrasi secara maksimal pada pembelajarannya.Ciptakan lingkungan yang mendukung dan mendidik di rumah Anda. Jangan melakukan aktivitas yang dapat mengalihkan perhatian anak sementara mereka belajar seperti, menonton televisi ketika anak sedang mengerjakan PR atau belajar untuk ujian. Sediakan tempat yang tenang agar mereka dapat belajar dengan konsentrasi tinggi.
3. Memberikan anak Anda semangat
Hargai anak baik di saat mereka mendapatkan nilai ujian yang bagus
maupun ketika mereka tidak mendapat hasil yang diinginkan karena
sesungguhnya mereka telah bekerja keras. Dengan menghargai prestasi
mereka dalam ujian mereka akan tetap berusaha untuk mendapat penghargaan
lebih. Begitu juga sebaliknya. Menyemangati anak jika mereka gagal atau
mendapat nilai buruk dalam ujian akan membuat mereka mampu bangkit
kembali dan memulai dengan semangat yang baru. Dengan demikian Anda
telah mewujudkan cara menjadi orang tua yang baik bagi anak.
4. Menjalin jaringan dengan guru sekolah anak Anda
Sesekali kunjungi sekolah anak Anda dan tanyakan pada guru yang
bersangkutan mengenai studi mereka. Hal ini akan memberikan Anda
pengetahuan tentang studi yang sedang mereka jalani di sekolah. Anda
akan mengetahui kelemahan anak juga bagaimana Anda dapat membantu mereka
meningkatkan diri sesuai dengan keperluan dan selanjutnya Anda akan
dapat mengetahui cara mendidik anak yang baik.
5. Mendiskusikan masalah anak bersama-sama
Anak Anda mungkin saja memiliki halangan dalam proses belajarnya.
Tanyakan apakah mereka punya masalah di sekolah termasuk apakah mereka
memiliki masalah dalam peran anak dalam keluarga dan cara menerapkannya. Cobalah untuk menemukan penyelesaiannya. Tetap bersikap bersahabat selagi berdiskusi tentang hal tersebut agar mereka tahu cara agar percaya diri dalam menghadapi masalah-masalahnya.
6. Mengawasi aktivitas anak
Amati aktivitas keseharian anak anda dan lihatlah jika mereka
mungkin memanfaatkan energi dan waktu mereka untuk kegiatan yang tidak
penting. Mereka mungkin saja menghabiskan waktu menonton film atau
bermain game terlalu lama. Tetapi meski demikian jangan pernah
mencurigai apa yang anak Anda lakukan selagi Anda tidak melihat.
Sebaliknya berikan mereka pengertian terhadap kewajiban anak dirumah beserta tanggung jawabnya supaya mereka tahu apa yang sebaiknya mereka lakukan dengan waktu dan energi mereka.
7. Meningkatkan kebiasaan belajar anak
Beri anak nasihat tentang bagaimana mereka dapat meningkatkan
kebiasaan belajar mereka. Buatlah mereka tidur tepat waktu dan bangun
lebih awal di pagi hari. Buatlah mereka duduk untuk belajar jika mereka
tidak melakukannya. Tunjukkan pada mereka beberapa tips belajar yang
baik dan cara menyiapkan diri untuk ujian. Hindarkan anak dari
aktivitas-aktivitas tidak berguna. Hal ini juga berlaku untuk anak yang
masih dalam usia dini. Salah satunya dapat dimulai dari mengetahui cara mengajari anak membaca dengan mudah. Selanjutnya semakin anak dewasa, mereka akan mendapat kemudahan-kemudahan dalam belajar secara formal.
8. Menyeimbangkan sikap ketika menasihati anak
Sebagai orang tua, Anda harus tetap menyeimbangkan antara perasaan
kasih sayang Anda dengan ketegasan Anda pada anak. Perlakukan mereka
dengan penuh kasih sayang ketika memberikan nasihat untuk studi mereka
namun perlakukan mereka dengan tegas dan disiplin ketika melarang mereka
melakukan sesuatu.Jangan pernah memukul mereka, cukup berikan mereka larangan membuang waktu atau larangan bersikap tidak sopan atau melakukan kegiatan tidak penting sehingga anak paham bahwa mereka harus menuruti Anda. Namun jangan sampai sikap Anda yang terlalu keras membuat Anda memiliki ciri orang tua yang protektif terhadap anak. Anda terlebih dahulu harus mengetahui bagaimana cara meredam emosi diri.
9. Menjadi orang tua yang kreatif
Kemajuan teknologi saat ini telah menyediakan banyak cara baru bagi
anak Anda belajar. Manfaatkan website-website berkualitas yang
menawarkan tugas-tugas latihan untuk sekolah atau aktivitas yang
berkaitan dengan topik yang sedang anak Anda pelajari di sekolah. Cari
video yang berhubungan dengan konsep mata pelajaran anak. Bawa anak ke
perpustakaan atau museum untuk memberi mereka pengalaman baru. Dengan
bahan-bahan tersebut Anda dapat membantu anak belajar dengan memberikan
mereka penjelasan dari sudut pandang berbeda.
10. Kombinasikan minat anak dengan mata pelajaran yang sedang anak pelajari
Jika anak Anda sedang mempelajari tabel perkalian di sekolah tetapi
di sisi lain ia senang menulis, bekerjalah bersama anak Anda untuk
misalnya, membuat cerita tentang soal perkalian. Temukan minat anak dan
bagaimana Anda dapat mengombinasikannya dengan anak. Percobaan ini akan
membuat anak tidak hanya lebih semangat dalam pendidikan namun juga
membuat mereka berprestasi dalam sisi akademis dan dalam hobi yang
sangat mereka sukai.SUMBER:
https://cintalia.com/kehidupan/orang-tua/peran-orang-tua-dalam-mendidik-anak
0 Response to "ILMU PENGETAHUAN UMUM - "10 PERAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK DI ERA GLOBALISASI""
Posting Komentar